paradapos.com - Indrajaya Hakkie, SE merupakan salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil Sumsel V (Kabupaten OKU dan Kabupaten OKU Selatan) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Caleg yang biasa disapa Indra ini maju sebagai caleg nomor urut satu dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA).
Indra merupakan sosok pengusaha sukses yang menggeluti bidang perkebunan. Selain itu, ia juga adalah seorang pengamat di bidang perkebunan karet dan sawit.
Dilansir paradapos.com dari berbagai sumber. pria lulusan S1 Universitas Jayabaya dan American College itu juga adalah anak dari Mantan Ketua DPRD OKU Raya Tahun 1962, KH. M Hakkie Said.
Indra berasal dari Kotabatu Ranau Kabupaten OKU Selatan. Ia menikah dengan Katri Handayani seorang mantan Kepala Cabang BCA Pondok Indah Jakarta yang merupakan wanita berdarah Daya Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU.
Indra dan sang istri dikaruniai dua orang putra dan telah memiliki dua orang cucu.
Baca Juga: Jalan Masih Bagus Dicor, Dana Apirasi Caleg di Palembang Kini Disoal, Keluhan Warga Mulai Ramai
Ada dua misi yang dibawa oleh Indra dalam pemilihan umum kali ini, yaitu:
1. Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten untuk menyejahterakan para pertani di OKU dan OKU Selatan.
2. Memperjuangkan kesejahteraan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sebelum merambah ke dunia politik, Indrajaya Hakkie pernah bekerja di Lippo Group, Sinar Mas Group dan menjabat sebagai Marketing Direktur Salim Group selama 13 tahun di Jakarta.
Indra kemudian berkecimpung di dunia usaha usai memutuskan pensiun di tahun 2015.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: infosumsel.id
Artikel Terkait
Luhut Minta Masyarakat Kritik Pemerintah dengan Santun, Fedi Nuril: Ucapan Otak Kampungan Keluar dari Mulut Anda
Mobil Esemka Belum Diproduksi Massal, Sukiyat Beri Pembelaan: Bukan Urusan Jokowi atau Pemerintah!
Immanuel Ebenezer Usai Bertemu Habib Rizieq: Narasi Radikal Terbantahkan, Beliau Patriotik
Eks Relawan Jokowi Puji Habib Rizieq: Kalau Ada 3 Model Begini, Republik Bisa Revolusi