Elpisina Janjikan Pendidikan untuk Angkatan Kerja Agar Tak Ada Pengangguran di Jambi Jika Dipercaya Duduk di Senayan

- Kamis, 21 Desember 2023 | 22:40 WIB
Elpisina Janjikan Pendidikan untuk Angkatan Kerja Agar Tak Ada Pengangguran di Jambi Jika Dipercaya Duduk di Senayan

LIHATJAMBI - Sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi, Elpisina mengaku heran dengan masih banyaknya angkatan kerja di Provinsi Jambi terkategori dalam pengangguran.

Padahal, menurut Elpisina lapangan pekerjaan di Povinsi Jambi ini cukup memadai.

Berdasarkan keterangan Elpisina, di Provinsi Jambi dari sebanyak 1,89 juta angkatan kerja pada tahun 2023, sekitar 85 ribu masuk dalam kategori pengangguran.

Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo Akui Sudah Lama Tahu Jika JK Dukung Pasangan AMIN

Dirinya berpendapat, hal tersebut karena latarbelakang pendidikan dan bidang keilmuan yang dimiliki angkatan kerja di Jambi masih banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Elpisina juga mengaku memiliki gagasan untuk Provinsi Jambi yang merupakan daerah pertanian dan perkebunan.

Dirinya mengatasi, mayoritas penduduknya bekerja dibidang tersebut agar berupaya menyiapkan angkatan kerja yang memang ahli dibidangnya untuk langsung dapat disalurkan ke dunia kerja.

Baca Juga: Dapat Dukungan Dari Mantan Wapres, Anies: Dukungan Dari JK Amanat Besar

"Permasalahan konkrit dalam hal konteks pekerjaan di Jambi ini merupakan fakta unik, disatu sisi tingginya angka pengangguran di Jambi tapi disisi lain tersedia lapangan pekerjaan yang cukup memadai," katanya dilansir dari tribunnews.com pada Jumat 22 Desember 2023.

"Setelah dicermati, yang menjadi masalah adalah sangat minimnya sarana pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi yang menyediakan lulusan, dimana tamatannya banyak dibutuhkan lapangan pekerjaan yang ada di Jambi," lanjut Sekretaris DPW PKB Provinsi Jambi ini.

Elpisina mencontohkan, seperti fenomena di Jambi saat ini dimana maraknya usaha pertambangan batu bara, namun disisi lain sangat minimnya sarana pendidikan yang menyediakan lulusan khusus yang mempelajari ilmu tentang pertambangan batu bara.

Baca Juga: Real! Jusuf Kalla Resmi Labuhkan Dukungan Kepada Pasangan Anies-Cak Imin di Pilpres 2024

Begitu juga dengan banyaknya usaha perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit, namun tidak ada sekolah ataupun perguruan tinggi yang menyiapkan lulusan yang dibutuhkan oleh industri perkebunan kelapa sawit.

Elpisina berkomitmen, jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat Jambi untuk menyuarakan aspirasi di Senayan, hal itu menjadi satu yang ingin diperjuangkannya untuk mengatasi permasalahan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Provinsi Jambi.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: lihatjambi.com

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

JOKO Widodo alias Jokowi sudah lengser. Tak lagi punya kekuasaan. Presiden bukan, ketua partai juga bukan. Di PDIP, Jokowi pun dipecat. Jokowi dipecat bersama anak dan menantunya, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Bobbby Nasution. Satu paket. Anak bungsu Jokowi punya partai, tapi partainya kecil. Yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai gurem ini tidak punya anggota di DPR RI. Di Pemilu 2024, partai yang dipimpin Kaesang ini memperoleh suara kurang dari empat persen. Pada posisi seperti ini, apakah Jokowi lemah? Jangan buru-buru menilai bahwa Jokowi lemah. Lalu anda yakin bisa penjarakan Jokowi? Sabar! Semua ada penjelasan ilmiahnya. Semua ada hitung-hitungan politiknya. Manusia satu ini unik. Lain dari yang lain. Langkah politiknya selalu misterius. Tak mudah ditebak. Publik selalu terkecoh dengan manuvernya. Anda tak pernah menyangka Gibran jadi walikota, lalu jadi wakil presiden sebelum tugasnya sebagai walikota selesai. Anda tak pernah menyangka Kaesang jadi ketum PSI. Prosesnya begitu cepat. Tak ada yang prediksi Airlangga Hartarto mundur mendadak dari ketum Golkar. Anda juga tak pernah menyangka suara PDIP dan Ganjar Pranowo dibuat seragam yaitu 16 persen di Pemilu 2024. Persis sesuai yang diinginkan Jokowi. Anda nggak pernah sangka UU KPK direvisi. UU Minerba diubah. Desentralisasi izin tambang diganti jadi sentralisasi lagi. Omnibus Law lahir. IKN dibangun. PIK 2 jadi PSN. Bahkan rektor universitas dipilih oleh menteri. Ini out of the box. Nggak pernah ada di pikiran rakyat. Tapi, semua dengan begitu mudah dibuat. Mungkin anda nggak pernah berpikir mobil Esemka itu bodong. Anda juga nggak pernah menyangka ketua FPI dikejar dan akan dieksekusi oleh aparat di jalanan. Juga nggak pernah terlintas di pikiran ada Panglima TNI dicopot di tengah jalan. Ini semua adalah langkah out of the box. Tak pernah terlintas di kepala anda. Di kepala siapa pun. Ketika anda berpikir Jokowi melemah pasca lengser, ternyata orang-orang Jokowi masuk kabinet. Jumlahnya masih cukup banyak dan signifikan. Ketua KPK, Jaksa Agung dan Kapolri sekarang adalah orang-orang yang dipilih di era Jokowi. Ketika anda tulis Adili Jokowi di berbagai tempat, Kaesang, anak Jokowi justru pakai kaos putih bertuliskan Adili Jokowi. Pernahkah Anda menyangka ini akan terjadi? Teriakan Adili Jokowi kalah kuat gaungnya dengan teriakan Hidup Jokowi. Ini tanda apa? Jelas: Jokowi masih kuat dan masih punya kesaktian. Semoga pemimpin zalim seperti Jokowi Allah hancurkan. inilah doa sejumlah ustaz yang seringkali kita dengar. Apakah Jokowi hancur? Tidak! Setidaknya hingga saat ini. Esok? Nggak ada yang tahu. Dan kita bukan juru ramal yang pandai menebak masa depan nasib orang. Kalau cuma 1.000 sampai 2.000 massa yang turun ke jalan untuk adili Jokowi, nggak ngaruh. Ngaruh secara moral, tapi gak ngaruh secara politik. Beda kalau satu-dua juta mahasiswa duduki KPK, itu baru berimbang. Emang, selain 1998, pernah ada satu-dua juta mahasiswa turun ke jalan? Belum pernah! Massa mahasiswa, buruh dan aktivis saat ini belum menemukan isu bersama. Isu Adili Jokowi tidak terlalu kuat untuk mampu menghadirkan satu-dua juta massa. Kecuali ada isu lain yang menjadi triggernya. Contoh? Gibran ngebet jadi presiden dan bermanuver untuk menggantikan Prabowo di tengah jalan, misalnya. Ini bisa memantik kemarahan massa untuk terkonsentrasi kembali pada satu isu. Contoh lain: ditemukan bukti yang secara meyakinkan mengungkap kejahatan dan korupsi Jokowi, misalnya. Ini bisa jadi trigger isu. Ini baru out of the box vs out of the box. Tagar Adili Jokowi bisa leading. Kalau cuma omon-omon, ya cukup dihadapi oleh Kaesang yang pakai kaos Adili Jokowi. Demo Adili Jokowi lawannya cukup Kaesang saja. Jokowi terlalu tinggi untuk ikut turun dan menghadapinya. Sampai detik ini, Jokowi masih terlalu perkasa untuk dihadapi oleh 1.000-2.000 massa yang menuntutnya diadili. rmol.id *Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Terkini