Bawa Pasal di UU, Jokowi Beri Pernyataan Soal Presiden Boleh Kampanye dan Memihak: Jangan Ditarik Kemana-mana

- Jumat, 26 Januari 2024 | 14:20 WIB
Bawa Pasal di UU, Jokowi Beri Pernyataan Soal Presiden Boleh Kampanye dan Memihak: Jangan Ditarik Kemana-mana

 

 

paradapos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan mengenai Presiden yang boleh kampanye dan memihak.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada Pers Presiden Jokowi melalui Youtube Sekretariat Negara pada hari Jumat (26/1/2024).

Di dalam video tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada hari Rabu (24/1/2024) itu untuk menjawab pertanyaan dari para wartawan.

Baca Juga: Keren! Asnawi Mangkualam Resmi Bergabung dengan Klub Liga Teratas Thailand Usai Kontrak di Liga Korea Habis

“Itu kan ada pertanyaan dari wartawan mengenai Menteri boleh kampanye atau tidak. Saya sampaikan, ketentuan dari aturan perundang-undangan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menunjukkan print berukuran besar terkait pasal UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 299 yang menyebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye.

“Ini saya tunjukkin, UU No. 7 Tahun 2017 jelas menyampaikan di Pasal 299 bahwa Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye, jelas,” ujarnya.

“Jadi yang saya sampaikan ketentuan mengenai Undang-Undang Pemilu, jangan ditarik kemana-mana,”lanjut Presiden Jokowi.

Baca Juga: Meluncur Awal Februari 2024, Skutik Neo Retro New Honda Stylo 160 Percaya Diri Bisa Bersaing Dengan Para Pendahulunya yang Sudah Ada Dipasaran

Presiden Jokowi juga menjelaskan mengenai Pasal 281 yang menyebutkan bahwa kampanye pemilu yang mengikutsertakan Presiden, Wakil Presiden harus memenuhi ketentuan yaitu tidak menggunakan fasilitas dalam jabatan kecuali fasilitas pengamanan. Ketentuan selanjutnya yaitu menjalani cuti di luar tanggungan negara.

Menurut Presiden Jokowi, semua yang telah ia sebutkan sudah jelas dan ia berharap agar tidak diinterpretasikan kemana-mana.

“Udah jelas semuanya kok, sekali lagi. Jangan ditarik kemana-mana, jangan diinterpretasikan kemana-mana,” kata Presiden Jokowi.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayopalembang.com

Komentar