Masih Terikat Kontrak dengan PSSI Malah Blak-blakan Soal Tawaran Lain, Etika Pelatih Shin Tae-yong Dipertanyakan

- Rabu, 31 Januari 2024 | 10:20 WIB
Masih Terikat Kontrak dengan PSSI Malah Blak-blakan Soal Tawaran Lain, Etika Pelatih Shin Tae-yong Dipertanyakan

paradapos.com - Komentar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang blak-blakan mengatakan soal adanya tawaran yang datang dari negara lain menuai kontroversi.

Shin Tae-yong (STY) dianggap oportunis dan tak memiliki etika dengan ucapannya itu, apalagi ia masih terikat kontrak dengan PSSI.

"Komentar STY yang mengatakan bahwa sudah ada negara yang berminat kepada dirinya semakin menunjukkan wajah asli STY yang oportunis dan cacat moral dan etika. Padahal dia terikat kontrak dengan PSSI sejak 2019 hingga 2023, dan diperpanjang sampai Juni 2024," ujar Founder Football Institute, Budi Setiawan dalam keterangan resmi dikutip Rabu 31 Januari 2024.

Baca Juga: Jadwal Bioskop CGV Transmart dan Platinum Cineplex Solo Hari Ini Rabu 31 Januari 2024, Baru: The Tigers Nest dan Argylle

Budi mengatakan, sejatinya STY sudah menunjukkan tingkah cacat etikanya ini sejak 2022 silam, ketika menandatangani kontrak dengan agensi ternama Korea Selatan, ADG Company.

Agensi ini juga yang membuat STY aktif menjadi bintang iklan sebjumlah brand ternama.

"Di bawah agensi ini STY aktif menjadi model iklan seperti Hyundai (2022), Hana Bank (2022), Kopi Luwak (2022), Mie Instan Nongsim Bulgogi (2023), dan terakhir dengan TSB Korea (The Sand Box Korea), yaitu perusahaan metaverse yang menjual avatar STY menggunakan properti Timnas Indonesia," kata Budi.

Baca Juga: Jadwal Bioskop NSC Wonosobo Rabu 31 Januari 2024, Cek Lur Ada yang Baru Tayang Hari Ini

Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan bahwa STY tidak patut bicara soal penawaran yang datang kepadanya ke publik.

Semestinya, dia bicara langsung kepada PSSI secara privat. Budi menyebut, tindakannya ini seolah melempar bensin di tengah api.

"Yang terjadi sekarang STY melempar bensin di tengah api. Menimbulkan polemik, membenturkan rakyat Indonesia dengan PSSI. Ini sungguh tindakan yang sangat memalukan, cacat moral, dan tidak beretika," imbuh Budi.

Baca Juga: Kantor PWI DIY akan Dirobohkan, Gedung Grha Pers Pancasila Empat Lantai Siap Dibangun

Budi juga mengungkapkan bahwa publik bebas beraspirasi soal Timnas.

Akan tetapi, publik tak boleh menekan PSSI agar memperpanjang kontrak STY, karena perpanjangan kontrak pelatih Timnas sepenuhnya berada di tangan federasi.**

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: senangsenang.id

Komentar