Sosok Taryana Maling Ayam yang Tewas Dianiaya di Subang, Utang Rp 30 Juta Dilunasi Dedi Mulyadi

- Minggu, 06 April 2025 | 01:40 WIB
Sosok Taryana Maling Ayam yang Tewas Dianiaya di Subang, Utang Rp 30 Juta Dilunasi Dedi Mulyadi


Inilah sosok Taryana, terduga maling ayam yang tewas dianiaya di Subang.

Belakangan ini, kasus terduga maling ayam tewas dianiaya setelah terpergok mencuri di perusahaan peternakan di Kabupaten Subang menjadi sorotan viral.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

Hal tersebut juga mendapatkan perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Mantan anggota DPR RI itu menemui istri Taryana, Yeni di kediamannya di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Jumat (4/4/2025).

Kepada Dedi Mulyadi, Yeni mengaku bahwa mendiang Taryana terlilit utang di bank emok hingga Rp30 juta.

Taryana istri dan anak perempuannya yang masih SD secara pas-pasan.

Ia sempat bekerja sebagai tukang parkir dan tukang ojek. Tetapi, motornya ia jual karena desakan ekonomi.

Selain itu, Taryana juga sesekali membantu pekerjaan sawah milik ibunya.

Sebelum menikah dengan Yeni, Taryana sempat memiliki istri dan bercerai. Ia memiliki tiga anak dari istri sebelumnya.

Yeni bercerita, Taryana pernah terpergok mencuri kencur di kebun warga. Namun, dia tidak mengetahui motif suaminya mencuri.

"Saya sama sekali tidak tahu motif suami saya mencuri untuk apa, mungkin juga untuk bantu buat setor bank emok," kata Yeni saat berbincang dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di rumahnya, Jumat (4/4/2025) pagi.

Yeni mengaku, tidak pernah mengetahui uang yang ia dapatkan dari Taryana sebagai nafkah itu dari mana asalnya.

"Uang yang dikasih ke saya juga saya tak pernah tahu uang dapat dari mana," ungkap Yeni.

"Sekalipun tak punya kerjaan tetap, tapi dia selalu ngasih nafkah walaupun tak seberapa," sambung dia.

Uang yang diberikan kepada Yeni pun bervariasi, antara Rp30.000 sampai Rp50.000 per hari.

Ketika lebaran, kata Yeni, ia dan keluarga masih memiliki stok untuk kebutuhan dapur.

Masih ada persediaan beras, makanan, serta uang tunai sebesar Rp300.000.

"Saat suami saya ketahuan mencuri hingga digebugin sampai meninggal, sama sekali tak terdesak oleh kebutuhan dapur," kata Yeni.

Yeni menuturkan, uang dari utang bank emok itu digunakan untuk modal berjualan gorengan.

Kendati demikian, hasil dari berjualan tersebut tidak mencukupi untuk membayar utang.

Dedi Mulyadi Lunasi Utang

Dedi Mulyadi membantu melunasi utang keluarga Taryana sebesar Rp30 juta ke bank emok. Ia juga memberikan modal usaha sebesar Rp5 juta.

Tak hanya itu, Dedi juga mempertemukan keluarga korban dan keluarga para pelaku penganiayaan di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Dalam pertemuan itu, kedua belah keluarga sudah saling memaafkan atas kejadian penganiayaan terhadap Taryana yang berujung kematian.

"Ibu yang harus ikhlas (keluarga Taryana), kan problemnya sudah saya ikut selesai kan. Problem utang, segala macam kan, justru ada hikmah di balik ini semua."

"Walaupun hikmahnya lebih kecil dibanding peristiwanya," ujar Dedi

Menurut dia, kejadian yang menyebabkan Taryana tewas ini disebabkan karena emosi sesaat delapan pekerja perusahaan peternakan ayam, tanpa ada unsur kesengajaan. Mereka spontan setelah memergoki pencuri ayam.

"Semua dilakukan karena emosi, karena kekhilafan, karena jumlah massa yang banyak. Pada akhirnya, satu orang meninggal karena melakukan pencurian," kata Dedi.

Saat ini, kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Taryana sudah ditangani oleh Polres Subang.

Delapan orang pelaku penganiaya pun sudah diproses secara hukum.

"Tapi mudah-mudahan upaya saling memaafkan ini semakin meringankan. Apa yang dijalani, karena pengakuannya ada yang memukul satu kali, ada yang memukul pertama."

"Ya nanti biarkan hukum yang membuktikan," kata Dedi.

Sumber: tribunnews
Foto: TEMUI ISTRI KORBAN - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menemui istri terduga pelaku maling ayam yang tewas dianiaya penjaga kandang dan karyawan perusahaan peternakan ayam/Tangkapan Layar Video Dedi Mulyadi

Komentar