PARADAPOS.COM - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi sejak awal tahun ini semakin memperburuk kondisi banyak pekerja yang terdampak, terutama menjelang bulan puasa dan lebaran lalu.
Beberapa perusahaan terpaksa menutup usaha dalam waktu yang berdekatan, akibat tekanan finansial yang tidak memungkinkan mereka untuk bertahan lebih lama.
Salah satu perusahaan yang mengalami nasib tragis adalah PT Yihong Novatex, sebuah perusahaan asal Tiongkok yang berlokasi di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Setelah beroperasi selama dua tahun, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur ini akhirnya harus gulung tikar.
Sebelum penutupan permanen, manajemen PT Yihong Novatex telah mengumumkan kondisi perusahaan yang semakin memburuk, yang memaksa mereka untuk melakukan PHK terhadap 1.126 pekerja.
Keputusan ini diambil setelah aksi mogok kerja yang berlangsung selama empat hari pada awal bulan Maret lalu, yang menyebabkan keterlambatan pengiriman barang dan menarik perhatian para buyer untuk menarik pesanan mereka.
“Tekanan finansial akibat keterlambatan pengiriman barang membuat perusahaan tidak bisa beroperasi. Akibatnya, kami terpaksa menutup usaha,” ungkap pihak manajemen.
Sutomo, Trantib Kecamatan Astanajapura, membenarkan informasi mengenai penutupan PT Yihong setelah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cirebon, Novi Hendrianto, turun tangan untuk meninjau keputusan PHK yang dilakukan oleh perusahaan.
Novi menegaskan bahwa pihaknya sedang mengkaji ulang keputusan PHK tersebut, karena PT Yihong Novatex tidak berada dalam kondisi pailit.
“Kami menilai PT Yihong Novatex tidak dalam kondisi pailit. Oleh karena itu, PHK yang dilakukan harus dikaji ulang. Perusahaan wajib menaati rekomendasi dari pengawas ketenagakerjaan,” ujar Novi dalam pernyataannya dua pekan lalu (18/3).
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat dampak PHK massal tidak hanya dirasakan oleh pekerja, tetapi juga oleh keluarga mereka dan perekonomian lokal.
Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang dapat memberikan solusi bagi pekerja yang terdampak dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. (*)
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Sebut Trump Tak Layak Jadi Presiden, Kongres AS Bakal Ajukan Pemakzulan
Penumpang Ngaku Bagasi Dirusak dan Dijarah di Penerbangan CGKPLM
UGM Resmi Pecat Guru Besar Pelaku Kekerasan Seksual, Korban Belasan Bermodus Bimbingan
Waspadai Modus Cuci Uang di Proyek PIK-2, Advokat Soroti Perampasan Tanah Rakyat Banten