PARADAPOS.COM - Tuai kontroversi tarian THR yang viral kini disebut mirip dengan tarian Hora Bangsa Yahudi.
Saat Hari Raya Idul Fitri 31 Maret 2025 kemaren, media sosial dihebohkan dengan tarian THR.
Tarian THR tersebut diparodikan dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga para orang tua.
Tarian THR tersebut seolah menjadi pelipur lara sekaligus pelengkap kebahagiaan saat momen lebaran yang penuh tawa.
Namun sayangnya, setelah tarian THR itu viral kini muncul kabar bahwa tarian tersebut mirip dengan tarian Hora Bangsa Yahudi.
Padahal banyak sekali masyarakat yang menirukan gerakan tarian pemanggil THR ini.
Mereka berjoget melompat maju dan mundur ke belakang, disertai dengan gerakan kaki yang serempak.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, tampak tarian ini dimulai dengan gerakan kaki ke kanan dan ke kiri.
Kemudian diikuti lompatan kecil maju dan mundur ke belakang.
Namun, tarian THR atau tarian pemanggil THR ini disebut sangat mirip sekali dengan tarian Hora.
Tarian Hora merupakan budaya bangsa Yahudi.
Gerakannya pun hampir sama persis.
Dalam sebuah event, bangsa Yahudi akan menari, layaknya tarian THR yang viral di media sosial.
Dari video yang dilihat Tribun-medan.com, tarian Hora ini juga dimulai dengan gerakan kaki ke kanan dan ke kiri.
Kemudian, para peserta yang ikut dalam tarian akan melompat kecil ke depan dan ke belakang.
Tak pelak, tarian THR ini pun menuai kotroversi.
Ada yang lantas meminta tarian tersebut tak perlu diikuti, tapi ada juga yang beranggapan bahwa hal tersebut hanya seru-seruan belaka.
Lantas, seperti apa sebenarnya tarian Hora bangsa Yahudi tersebut?
Tarian Hora Bangsa Yahudi
Dikutip dari berbagai sumber, tarian Hora memiliki sejarah yang panjang sebagai bagian dari tradisi bangsa Yahudi.
Tarian ini berasal dari budaya rakyat Israel dan sering dikaitkan dengan simbol penyatuan serta perayaan kebahagiaan.
Hora biasanya dilakukan dalam bentuk tarian melingkar, diiringi lagu seperti Hava Nagila, yang menjadi ikon budaya Yahudi.
Sejarah tarian ini berakar pada upaya untuk menciptakan identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Yahudi, terutama selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.
Dikutip dari intisari.grid.id, koreografer pertama Israel menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi, termasuk tari Hasid, Balkan, Rusia, Arab, dan Yaman, untuk menciptakan tarian rakyat khas Israel, termasuk Hora.
Tarian ini juga menjadi bagian penting dalam acara-acara keagamaan dan perayaan Yahudi, seperti pernikahan, di mana kedua mempelai sering diangkat di kursi oleh tamu sambil menari melingkar3.
Secara umum, Hora melambangkan kegembiraan dan solidaritas komunitas Yahudi serta terus berkembang sebagai bagian dari budaya rakyat Israel hingga saat ini.
Perdebatan
Karena tarian Hora ini identik dengan bangsa Yahudi, tarian THR atau tarian pemanggil THR yang viral belakangan ini pun menuai perdebatan.
Tak sedikit juga yang mengajak umat muslim untuk berhati-hati dalam meniru sesuatu.
Sebab, sejumlah warganet menilai, bahwa penjajahan aqidah bisa dimulai lewat pergeseran budaya.
Contoh yang tak pernah diajarkan oleh Rasulullah, diminta untuk tidak dilanjutkan.
Sebab, sebagaimana hadits yang disampaikan Rasulullah; "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka" (HR Abu Daud dan Ahmad).
Karenanya, umat muslim diimbau untuk bisa lebih selektif dalam mengikuti tren.
Jangan sampai tren yang ada itu justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya kita.
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Penghujat Pemerintah Diduga Sudah Nikmati Kekuasaan
Markus dan Marjab di Sekitaran Korupsi Minyak
Mega dan Jokowi Sulit Disatukan
KH Said Aqil Siroj: Jokowi Mempermainkan NU, Insya Allah Ada Balasannya