Sederet Kejanggalan Ijazah Jokowi, Dosen Penguji Tak Ada, Tanda Tangan Pembimbing Utama Skripsi Diragukan

- Jumat, 04 April 2025 | 10:15 WIB
Sederet Kejanggalan Ijazah Jokowi, Dosen Penguji Tak Ada, Tanda Tangan Pembimbing Utama Skripsi Diragukan


PARADAPOS.COM -
  Isu ijazah palsu Jokowi makin memanas. Alumni UGM Rismon Sianipar menemukan keanehan pada ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

Diketahui ijazah Jokowi tidak ada dosen penguji dan dosen pembimbing utama, berbeda dalam penulisan nama dan tanda tangan.

Hal itu diketahui Rismon ketika mendapatkan ijazah pembanding UGM, dari pemilik akun X Aida Grebury.

Aida adalah anak dari Prof Achmad Sumitro. Dalam ijazah milik Aida, terungkap fakta tanda tangan asli Achmad Soemiitro.

Kemudian tanda tangan dan nama Achmad Sumitro disandingkan dengan ijazah Jokowi.

Terlihat terdapat perbedaan nama. Di ijazah Jokowi, namanya Prof Achmad Soemitro, sementara di ijazah Aida, Prof Achmad Sumitro.

Selain itu, juga tidak ada nama dosen penguji dan tanpa lembar pengesahan dosen penguji.

“Skripsi palsu Jokowi Widodo tanpa lembar pengesahan dosen penguji, siapa dosen pengujinya,” kata Rismon Sianipar di Kanal YouTuba Balige Academy, dikutip Jumat, 4 April 2025.

Putri Pak Achmad Sumitro, pemilik akun Aida, telah melampirkan ijazahnya. Bagaimana tanda tangannya Pak Achamad Sumitro atau Pak Kasmojo.

Achmad Sumitro itu tulisannya Soemitro atau Sumitro karena ada dua variasi,

Rismon menjelaskan, pihaknya meneliti skripsi dan ijazah menggunakan program di komputer seperti key point.

Khususnya mengenai konsistensi tanda  tangan Bapak Prof Ir Achmad Sumitro.

“Lembar pengisian skripsi, kapan diadakan tidak tahu, pengujinya pun tidak ada langsung prakarta, “ jelasnya,

Setelah meneliti tanda tangan Prof Achmad Soemitro, tanda tangan di ijazah Jokowi seperti tanda tangan dengan orang  yang belajar.

Seperti tanda tangan menghasilkan cacing pita.

“Padahal Achmad Soemitro, dosen senior, tanda tangan sudah berulang, tentu percaya diri, tekanan, goresan, tidak seperti  cacing pita,” kata Rismon.

Pihaknya juga akan membandingkan ratusan atau ribuan tanda tangan Dekan Prof Dr Soenardi Prawirohatmodjo

“Kita akan bandingkan untuk data-data riset, akan kami uji,” jelasnya.

“Atau tinggal mengaku saja, daripada dipersulit di persidangan-persidangan, tapi perlu juga pada waktunya,” jelasnya.

Dengab algoritma pembesaran, tanda tangan, pak Achmad Soemitro Jokowi, ini kayak cacing pita. Makanya secepatnya akui.

 Sementara, tanda tangan di ijazah putrinya, spiral sempurna, dan ijazah Jokowi acakadut,

“Kepada Pak Dekan, Pak Sigit, kalau mau diteruskan ayo, tetapi dari sini publik sudah menyimpulkan tanpa algoritma, secara insting manusia bisa menyuimpulkan, sudah tidak jelas (Ijazah Jokowi),” paparnya.

“Tidak usah secara algoritma. Saya btuh 100-50 sampel tanda tangan Pak Soemitro, bisa jadi keputusan yes or no,” katanya.

“Kita buat binary class panel, yes or no. Kita sudahi sajalah, ini sudah konyol-konyolan,” katanya.

Sumber: suaramerdeka

Komentar