PARADAPOS.COM - Perdebatan soal ijazah Jokowi yang diterbitkan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) memang bukan hal baru.
Sejak beberapa tahun terakhir, banyak pihak mempertanyakan keabsahan dokumen akademik milik mantan orang nomor satu di Indonesia ini.
Kini, isu tersebut kembali mencuat dengan munculnya berbagai analisis dari netizen yang meneliti setiap detail dokumen yang beredar.
Puluhan bukti itu diteliti netizen untuk menjawab tantangan Jokowi yang meminta masyarakat harus bisa membuktikan bahwa ijazahnya Palsu.
Berikut ini 12 Fakta yang Diungkap Warganet terkait ijazah palsu Jokowi.
1. Perbedaan Tanggal
Dalam unggahan akun X @taufan_wae yang diunggah ulang oleh peneliti Hara Nirankara, terungkap bahwa tanggal pengesahan skripsi Jokowi adalah 14 November 1985, sementara tanggal yang tertera di ijazah adalah 5 November 1985.
“Apakah ada manipulasi?” tanya Hara di media sosialnya.
2. Perbedaan Bentuk Telinga
Dua foto Jokowi yang dibandingkan menunjukkan bentuk telinga yang berbeda, menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara foto pada ijazah dan sosok Jokowi saat ini.
3. Tanda Tangan Berbeda
Tanda tangan dalam dokumen ijazah dan skripsi disebut-sebut tidak identik, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang keasliannya.
4. Ejaan Nama Dosen Pembimbing
Dalam skripsi Jokowi, nama dosen pembimbing tertulis sebagai Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro, sedangkan dalam dokumen lain nama yang sama tertulis sebagai Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro.
4. Ejaan Nama Dosen Pembimbing
Dalam skripsi Jokowi, nama dosen pembimbing tertulis sebagai Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro, sedangkan dalam dokumen lain nama yang sama tertulis sebagai Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro.
5. Jenis Font yang Tidak Sesuai Era
Mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, menyoroti penggunaan font Times New Roman pada lembar pengesahan skripsi Jokowi.
Ia menyatakan bahwa font ini belum ada di era 1980-an.
6. Perbedaan Logo UGM
Rismon juga membandingkan logo UGM di ijazah Jokowi dengan ijazah tahun 1986.
Menurutnya, logo pada ijazah Jokowi lebih berkilau dan memiliki distribusi warna yang berbeda.
7. Foto Berkacamata di Ijazah
Rismon menyoroti fakta bahwa Jokowi menggunakan kacamata dalam foto ijazahnya, sementara menurutnya, aturan akademik saat itu melarang penggunaan kacamata dalam foto ijazah.
8. Perbedaan Warna Watermark
Menurut analisis Rismon, ijazah tahun 1986 memiliki warna hijau seragam, sedangkan ijazah Jokowi memiliki campuran warna emas.
9. Aida Greenbury puteri Prof. Prof. Achmad Sumitro menyebut seharusnya nama ayahnya ejaan "Su" sesuai kaidah yang benar, bukan dengan ejaan lama "Soe" seperti yang tertera dalam ijazah Jokowi Prof. Prof. Achmad Soemitro.
10. Aida juga menyebut ayahnya dilantik menjadi dekan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1986, sementara itu di ijazah Jokowi yang lulus tahu 1985 tertulis nama ayahnya sebagai dekan dengan ejaan yang salah.
11.Keengganan Jokowi Mengakui Alumni UGM
Rismon juga menganggap keengganan Jokowi secara terbuka mengklaim sebagai alumni UGM mencurigakan.
Ia membandingkannya dengan alumni lain yang justru bangga menyebut asal universitas mereka.
12. Jokowi tidak pernah menunjukkan ijazahnya sendiri secara langsung.
UGM dan Jokowi Angkat Bicara
Menanggapi isu ini, UGM telah menyatakan secara resmi bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menegaskan bahwa Jokowi memang pernah kuliah di sana dan lulus pada tahun 1985.
"Beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazah yang dikeluarkan oleh UGM adalah asli," kata Sigit dalam pernyataannya.
Jokowi telah menanggapi tuduhan ini. sebagai fitnah murahan yang diulang-ulang terus.
UGM sudah menyampaikan, Dekan Fakultas Kehutanan juga sudah menyampaikan. Teman-teman saya banyak yang tahu,” ujar Jokowi pada 27 Maret 2025.
Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai bahwa tuduhan pemalsuan ini perlu dibuktikan secara hukum.
Ia menjelaskan bahwa dalam hukum pidana, ada dua bentuk pemalsuan: membuat dokumen palsu yang tidak pernah ada, atau memalsukan dokumen asli yang sudah ada.
“Dua-duanya adalah kejahatan, dan ada ancaman pidana. Ini (Rismon) tidak jelas yang dituduhkan, memalsukan atau membuat palsu,” katanya.
Pihak UGM juga memastikan bahwa data akademik Jokowi lengkap, mulai dari riwayat kuliah, ujian, hingga berita acara yudisium dan wisuda.
Dengan berbagai fakta dan bantahan ini, polemik ijazah Jokowi masih terus bergulir.
Netizen kini menantang pihak-pihak yang menuduh untuk membuktikan klaim mereka di ranah hukum.
Sementara itu, UGM dan Jokowi tetap teguh pada pernyataan mereka bahwa ijazah tersebut asli.
Sumber: Sawitku
Artikel Terkait
Markus dan Marjab di Sekitaran Korupsi Minyak
Mega dan Jokowi Sulit Disatukan
KH Said Aqil Siroj: Jokowi Mempermainkan NU, Insya Allah Ada Balasannya
Mega dan Jokowi Tak Tunjukkan Sikap Baik di Hadapan Rakyat