Konten Rendang 200 Kg Berujung Kutukan, Willie Salim Diharamkan Kesultanan Masuk ke Palembang

- Selasa, 25 Maret 2025 | 10:55 WIB
Konten Rendang 200 Kg Berujung Kutukan, Willie Salim Diharamkan Kesultanan Masuk ke Palembang

Kesultanan Palembang Darussalam akhirnya angkat bicara terkait kontroversi yang melibatkan konten kreator Willie Salim.

Insiden ini bermula dari unggahan video Willie Salim yang memperlihatkan dirinya memasak 200 kilogram rendang di Palembang untuk dibagikan saat berbuka puasa.

Namun, daging rendang yang belum matang sudah habis saat Willie Salim izin ke toilet.

Video tersebut memicu beragam reaksi, terutama dari masyarakat Palembang dan Kesultanan Palembang Darussalam.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, pihak Kesultanan Palembang menilai bahwa konten tersebut telah mencemarkan nama baik masyarakat serta kota Palembang.


Menanggapi hal ini, Kesultanan Palembang mengeluarkan pernyataan keras yang menyatakan bahwa Willie Salim dikutuk dan diharamkan untuk datang ke Palembang sepanjang hidupnya.

Pernyataan tersebut dibacakan oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian adat khas Palembang.

"Atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, kami menyatakan kutukan kepada Willie Salim serta mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang umur hidupnya," demikian maklumat yang diumumkan dalam video tersebut.

Lebih lanjut, hukuman ini disebutkan sebagai bentuk peringatan agar kejadian serupa tidak terulang. "Demikian maklumat sikap ini disampaikan agar menjadi pelajaran bagi kita semua," tambah mereka dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Mahmud Badaruddin IV, Raden Muhammad Fauwaz Diradja, menegaskan bahwa tindakan Willie Salim tidak mencerminkan budaya Palembang.

Dalam budaya Palembang, tamu dianggap sebagai raja yang harus dihormati, bukan dijadikan bahan ejekan atau konten sensasional.

"Dalam budaya kami, tamu adalah raja yang harus dilayani dengan hormat, bukan dijadikan bahan ejekan," ujar Sultan dalam pernyataannya.

Kesultanan Palembang juga mengajukan beberapa tuntutan kepada Willie Salim. Mereka meminta agar Willie segera memberikan klarifikasi yang jujur serta meminta maaf secara langsung di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang.

Selain itu, Sultan juga mendesak agar Willie mengikuti tradisi Tepung Tawar sebagai bentuk penebusan atas tindakan yang dianggap merendahkan masyarakat Palembang.

"Mendesak Willie Salim untuk mengikuti tradisi Tepung Tawar atas tindakan Cempalo Mulut sebagaimana adat Melayu Palembang yang tertuang dalam Undang-undang Simbur Cahayo," jelas Sultan.

Kontroversi ini bermula ketika Willie Salim membagikan video yang menunjukkan rendang seberat 200 kilogram yang ia masak hilang dalam waktu singkat karena diambil oleh masyarakat sekitar.

Insiden ini menimbulkan berbagai spekulasi dan opini negatif terhadap warga Palembang.

Sebagian publik menilai bahwa Willie telah menggiring opini buruk tentang masyarakat setempat, sementara yang lain mencurigai bahwa kejadian tersebut hanya settingan demi meningkatkan popularitas kontennya.

Ketegangan semakin meningkat ketika muncul anggapan bahwa Willie dan timnya tidak menyiapkan pengamanan yang cukup selama acara tersebut.

Akibatnya, peristiwa "rendang hilang" ini dianggap sebagai kelalaian dalam perencanaan dan bukan semata-mata kesalahan masyarakat Palembang.

Setelah menuai kritik dari berbagai pihak, Willie Salim akhirnya memberikan klarifikasi melalui video permintaan maaf. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa kontennya telah memicu narasi negatif terhadap warga Palembang dan ia bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

"Saya minta maaf untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian viral rendang ini," ujar Willie dalam video klarifikasinya.

Willie juga menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah kesalahan masyarakat Palembang, melainkan kesalahannya sendiri karena kurangnya persiapan dalam mengadakan acara tersebut.

"Banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang. Jujur, ini bukan kesalahan warga Palembang. Ini sepenuhnya salah saya karena saya kurang persiapan," lanjutnya.

Kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi para konten kreator agar lebih berhati-hati dalam membuat konten yang berkaitan dengan budaya dan masyarakat setempat. Kesultanan Palembang berharap bahwa insiden ini dapat menjadi pengingat bagi siapa saja untuk lebih menghormati nilai-nilai budaya yang ada, terutama saat berkunjung ke suatu daerah.

Sumber: suara
Foto: Willie Salim buat konten masak rendang di Palembang (Instagram)

Komentar