PARADAPOS.COM - Pegiat media sosial, John Sitorus membagikan foto yang kontroversi terkait Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Di unggahan akun Instagram pribadinya, John Sitorus membagikan foto sekumpulan mahasiswa yang berada tetap di depan foto Gibran yang dipajang di sebuah dinding.
Hal ini menarik lantaran, mahasiswa yang berada di depa foto tersebut terlihat mengacungkan jari tengah ke foto sang Wapres seolah menjadi wujud kebenciannya.
John Sitorus pun dicaptionnya memberikan sindiran yang cukup menohok sebagai respon dari foto tersebut.
Ia memberikan beberapa poin yang membuat hal ini terjadi. Diantaranya ada Gibran yang dianggap belum berpengalaman.
Kemudian prosesnya menjadi Capres yang kontroversi, kerjanya yang disebut cuma sekedar bagi-bagi susu hingga dianggap belum bijaksana sebagai Pemimpin.
“Foto ini tidak akan ada jika :
✅️ Wapresnya kapabel, berpengalaman, intelektual, wawasan luas, dekat dengan anak muda, kolaboratif dan kaya akan gagasan dan paling penting tidak planga plongo
✅️ Tunggu gaduh dulu baru revisi kebijakan, lalu seolah2 muncul sebagai pahlawan padahal tidak mengubah apa-apa
✅️ Proses menjadi Cawapres tertib administrasi dan tertib konstitusi
✅️ Turun bukan hanya clengak clinguk, tapi mengajak dialog lalu memberikan solusi.
✅️ Kerja bukan sekadar bagi2 susu, skincare dan potong rambut anak2. Tugas pemimpin itu adalah kebijakan yang diaktualisasikan dari gagasan dan pikiran yang matang
✅️ Membuka dialog dengan kampus, mahasiswa, akademisi dan pakar-pakar yang ahli dibidangnya,” tulis John Sitorus sebagai caption diunggahannya itu.
John pun meminta agar mahasiswa yang berada di foto untuk tidak dihakimi karena aksi yang dilakukan.
Ia menyebut aksi tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah protes terhadapan Wapres yang dianggap masih kurang sebagai Pemimpin.
“Jangan hakimi aksi mereka, sebab aksi mereka adalah reaksi atas aksi mu mas @gibran_rakabuming,” tuturnya.
“Pilihanya ada pada anda. Tetap planga plongo atau lakukan gebrakan dan berani hadir didepan para akademisi,” sebutnya.
“Ingat mas, kau bukan walikota lagi tapi orang nomor 2 di republik ini,” pungkasnya.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Gaji Dirut Pertamina Sudah Bukan Jutaan Lagi, Tapi Masih Tergiur Korupsi Minyak Mentah?
Berpotensi Jadi Tersangka, Peran Riza Chalid di Korupsi Minyak Masih Didalami Kejagung
Tanggapi Dugaan Sukatani Diintimidasi, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
Kata Pertamina: Tak Ada Oplosan Pertamax, hanya Penambahan Warna