Maruli mengatakan, motivasi setiap orang masuk TNI berbeda-beda. Ada yang karena mencari pekerjaan hingga ingin hidup layak.
Namun, ia menekankan menjadi prajurit TNI harus siap berkorban dan mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan negara. Ia mengatakan, pengabdian harus selalu ditempatkan pada posisi tertinggi.
"Kita dari awal masuk prajurit itu, persentase pengabdiannya berbeda-beda. Ada yang mencari pekerjaan, ada yang mencari penghidupan. Tapi, seiring waktu, persentase pengabdian kita dituntut harus lebih tinggi, kalau bisa sampai 100 persen, karena sampai pengorbanan jiwa dan raga," kata Maruli.
Eks Pangkostrad ini meminta prajurit TNI AD menghindari hidup bermewah-mewah. Prajurit harus menjaga disiplin dan bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi, serta menjauhi judi online.
Maruli meminta kepada prajurit TNI AD yang sudah menjadi orang tua lebih baik mendorong masa depan anak di bandingkan mencari kekayaan.
“Persiapkan anak-anak kita dengan baik. Jangan berpikir (bagaimana) kita menjadi kaya, yang penting anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik. Ajari anak-anakmu, ajak mereka ngobrol," kata Maruli.
Artikel Terkait
Video Viral Jule dan Yuka di Hotel: Fakta Hoaks & Bahaya Link Phishing
Kontroversi Trump Center: Protes Seniman & Gugatan Hukum Guncang Dunia Seni AS
Prediksi Effendi Gazali: Kasus Ijazah Jokowi Baru Selesai 2035, Mahfud MD Sepakat
Video Syur 4 Wanita Bersaudara Viral: Fakta atau Clickbait Berbahaya?