PARADAPOS.COM - Media Israel melaporkan sekitar 100 warga Jalur Gaza Palestina dijadwalkan akan terbang dan dipindahkan ke Indonesia sebagai bagian dari pilot project program mendorong migrasi sukarela warga Gaza.
Laporan Channel 12, media Israel berbahasa Ibrani, memaparkan gelombang pertama yang terdiri dari 100 warga Gaza ini dijadwalkan terbang ke Indonesia untuk bekerja sebagai bagian dari program percontohan yang bertujuan mendorong migrasi sukarela warga Palestina dari Jalur Gaza.
Channel 12 menuturkan ratusan warga Gaza ini kemungkinan akan dipekerjakan di sektor konstruksi.
Relokasi warga Gaza ini merupakan bagian dari program rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang yang selama ini digaungkan Israel dan Amerika Serikat.
"Israel dilaporkan berharap jika program contoh ini sukses, ribuan warga Gaza akan terdorong untuk secara sukarela pindah ke Indonesia untuk bekerja dan kemungkinan memutuskan tinggal menetap permanen di negara tersebut--yang pastinya membutuhkan persetujuan dari Jakarta," bunyi laporan Channel 12 yang dikutip Times of Israel pada Rabu (26/3).
Menurut Channel 12, program ini akan dijalankan oleh Mayjen Ghassan Alian, kepala Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), sebuah badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel.
Media itu menuturkan sebuah saluran komunikasi khusus telah dibuka antara Yerusalem dan Jakarta untuk mengembangkan program ini menyusul RI-Israel yang sampai hari ini tak memiliki hubungan diplomatik.
Channel 12 lebih lanjut memaparkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kemungkinan akan menunjuk Brigjen (Purn.) Ofer Winter, seorang perwira senior militer yang kontroversial namun disukai oleh komunitas nasionalis religius, untuk memimpin proyek ini.
Indonesia Bantah Media Israel soal Relokasi 100 Warga Gaza ke RI
Kementerian Luar Negeri RI membantah ada rencana pemindahan sekitar 100 warga Jalur Gaza Palestina ke Indonesia.
Kabar ini pertama kali mencuat dari laporan media Israel berbahasa Ibrani, Channel 12, pada Rabu (26/3).
Juru bicara Kemlu RI, Rolliansyah (Roy) Soemirat, menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah membahas dengan pihak manapun ataupun mendengar informasi tentang rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia yang disebut oleh beberapa media asing.
"Dapat kami tegaskan bahwa tidak ada pembahasan apalagi kesepakatan antara Indonesia dengan pihak manapun mengenai hal tersebut," ucap Roy melalui pernyataan kepada wartawan pada Kamis (27/3).
Roy menuturkan saat ini Indonesia lebih fokus mendorong perundingan gencatan senjata tahap dua agar segera terwujud dan memastikan program rekonstruksi Gaza dimulai.
Selain itu, RI juga sedang mendorong jaminan agar akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza terus terbuka.
Relokasi warga Gaza ke luar wilayah mereka, termasuk ke Indonesia ini, bukan lah pertama kali mencuat di media. Pada Januari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan rencana memindahkan sebagian dari dua juta warga Gaza ke Indonesia.
Seorang pejabat di tim transisi pemerintahan Donald Trump menyebut rencana itu bagian dari usulan terkait rekonstruksi Jalur Gaza setelah agresi Israel berakhir.
Namun, rencana itu masih belum jelas bahkan termasuk kesediaan warga Gaza dipindah dan negara yang menerima mereka.
"Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas," demikian laporan NBC, mengutip pejabat transisi Trump pada 20 Januari lalu.
Sejak dilantik sebagai Presiden AS lagi pada 20 Januari lalu, Trump memang telah mengutarakan proposal rekonstruksi Gaza versinya, yang melibatkan relokasi warga Gaza ke luar wilayahnya.
Trump berdalih relokasi warga Palestina dari Gaza diperlukan demi mempercepat rekonstruksi wilayah yang hancur lebur imbas agresi brutal Israel sejak Oktober 2023 lalu ini.
Sumber: CNN
Artikel Terkait
Gempa Myanmar Runtuhkan Lebih dari 50 Masjid, Ratusan Warga Diduga Tewas saat Salat
Viral Video Seorang Wanita Tampar Petugas Keamanan Masjid Nabawi, Ada Apa Gerangan?
Limosin Putin Meledak di Moskow, Zelenskyi Sempat Ramalkan Kematian Presiden Rusia
Mengapa Banyak Masjid Roboh Akibat Gempa di Myanmar?